Keranjang Iklan

Bersponsor :

Narkoba Adalah Musuh Bersama

Narkoba adalah obat berbahaya dan telah beredar secara populer di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui narkoba. Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali.

Saat Indonesia merdeka, pemerintah membuat UU yang menyangkut produksi dan distribusi obat berbahaya. Pada tahun 1970an, narkoba menjadi masalah yang besar. Maka dari itu, dibuatlah UU Anti Narkotika nomor 22/1997 dan UU Psikotropika nomor 5/1997. UU tersebut berisi ketentuan pidana terhadap pelaku kejahatan narkotika, dengan cara pemberian sanksi terberat berupa hukuman mati.

Efek narkoba
Narkoba dampaknya sangat besar bagi kesehatan fisik, mental, dan emosional. Syaraf pusat akan terganggu sehingga mengakibatkan kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran dan kerusakan syaraf tepi. Narkoba juga merusak jantung yang mengakibatkan infeksi akut otot jantung dan gangguan peredaran darah. Insomia juga terjadi. Bagi perempuan, siklus haidnya akan menjadi tidak teratur. Penggunaan narkoba melalui suntik memperbesar peluang terkena HIV/AIDS. Narkoba yang dipakai berlebihan mengakibatkan overdosis yang berujung pada kematian.

Jika Anda mengonsumsi narkoba, mental dan emosi Anda akan menjadi tidak stabil. Keinginan untuk bunuh diri akan sering muncul di pikiran Anda. Perasaan depresi, sedih, dan kesal juga akan dirasakan. Konsentrasi Anda akan terganggu dan membuat Anda menjadi lamban dan malas. Anda akan menjadi apatis terhadap lingkungan, tidak percaya diri, dan akan melakukan tindak kekerasan tanpa disadari karena berhalusinasi.

Cara penanggulangan narkoba

Upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan, 1) Menyelenggarakan kompetisi film pendek dan musik bertema narkoba; 2) Memberikan bimbingan konseling pada pelajar, khususnya yang broken home; 3) Menanamkan nilai bahwa narkoba itu berbahaya pada anak.

Upaya pertama yang bisa dilakukan adalah dengan cara memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), pada tanggal 26 Juni secara besar-besaran, bukan hanya di Istana Presiden saja. Dengan cara ini, orang-orang yang hampir terjerumus dalam narkoba akan sadar bahaya narkoba.

Tentang Penulis: Yuliza
Single

Terlibat

Komentar

No comments yet

Bersponsor :

Artikel Populer

  1. Pembukaan Forum Komunikasi Politik Tahun 2022 di Kabupaten Banggai Laut (Firdausgafar) (7)
  2. Kodim 0907/Trk Gelar Komsos Dengan Aparat Pemerintahan Guna Perkuat Sinergitas (Firdausgafar) (35)
  3. Gubernur Sulawesi Tengah Menerima Penghargaan Terbaik Ketiga Nasional dalam Penilaian Kinerja Pengelolaan DAK Fisik Tahun 2021 dari Menteri Keuangan RI (Firdausgafar) (16)
  4. Bupati Sigi Menghadiri Pertemuan Traditional Weapon Culture Guma Bersama The Nederlandse Pencak Silat Federatie (Firdausgafar) (31)
  5. Percobaan Pencurian Sepeda Gunung Di Kampung Pondok Baru Kecamatan Bandar (Rahmat) (23)
  6. Satresnarkoba Polres Bener Meriah amankan Satu Orang Pelaku (Rahmat) (10)
  7. Mau Tau Daerah Penghasil Buah Alpokat (Rahmat) (43)
  8. Peduli Kepada Warga Babinsa Dampingi Petani Brokoli Membersihkan Gulma. (Rahmat) (10)
  9. Pasca Hujan Deras Personel Polres Buol Polsek Momunu Laksanakan Patroli, Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Tiloan (Firdausgafar) (11)
  10. Satuan Reserse Narkoba Polres Bener Meriah berhasil mengamankan satu orang diduga pelaku penyalah guna narkotika jenis sabu (Rahmat) (28)

Enable Notifications    OK Nanti saja