Keranjang Iklan

Bersponsor :

Sejarah Uniqlo sebagai salah satu brand terkenal di indonesia

Pada Maret 1949, Hitoshi Yanai, ayah dari Direktur Utama Fast Retailing Tadashi Yanai, membuka toko pakaian pria Ogori Shoji di Kota Ube, Prefektur Yamaguchi.

Tadashi Yanai mengambil alih kepemimpinan perusahaan pada tahun 1984, dan membuka toko pertama Uniqlo yang waktu itu bernama toko pakaian kasual Unique Clothing Warehouse pada 2 Juni 1984 di Kota Hiroshima, Prefektur Hiroshima.

Toko pertama Uniqlo di tepi jalan besar, Toko Yamanota di Prefektur Yamaguchi dibuka pada Juni 1985. Selama beberapa tahun pertama, toko Uniqlo terus bertambah, terutama di Jepang Barat. Yanai lalu mengganti nama perusahaan dari Ogori Shoji menjadi Fast Retailing pada September 1991.

Fast Retailing mendaftarkan sahamnya di Bursa Saham Hiroshima pada Juli 1994. Saham Fast Retailing mulai diperdagangkan di seksi dua Bursa Saham Tokyo pada April 1997 (diperdagangkan di seksi pertama Bursa Saham Tokyo mulai Februari 1999).

Kantor pusat di Tokyo dibuka pada November 1996, dengan maksud memperkuat perencanaan produksi griaan. Titik balik tiba pada Oktober 1998 setelah sweter Uniqlo dari bahan sintetis fleece yang diobral seharga ¥1.900 laku terjual sebanyak 2 juta helai.

Larisnya fleece produk Uniqlo terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1999, Uniqlo menjual 8,5 juta helai pakaian, dan meningkat menjadi 26 juta helai seiring dengan popularitas merek Uniqlo.

Pada November 1998, Uniqlo membuka toko utama di Harajuku yang merupakan pusat busana anak muda di Tokyo.

Di lantai satu toko ini dipajang sweter fleece beraneka warna bagaikan warna pelangi. Sweter fleece awalnya tidak mode, tapi Uniqlo sukses membuatnya menjadi pakaian trendi.

Pada tahun 1998, sweter Uniqlo hanya dibuat dalam 15 warna, namun bertambah menjadi 61 pilihan warna pada tahun 2000.

Sebelum baju fleece Uniqlo menjadi populer, penjualan perusahaan ini sudah menunjukkan peningkatan. Total penjualan tahunan sebesar 83 miliar yen pada tahun fiskal 1998, dan mengalami peningkatan sebesar 33,6% menjadi 111 miliar yen pada tahun fiskal 1999, sebelum berlipat dua menjadi 229 miliar yen pada tahun fiskal 2000, dan mencapai 418 miliar yen pada tahun fiskal 2001.

Pada Maret 2006, Fast Retailing mendirikan G.U. Co. Ltd., perusahaan yang megembangkan merek busana kasual berharga murah g.u. (dibaca jiyu). Toko pertama g.u. dibuka di Ichikawa, Prefektur Chiba.

Tentang Penulis: Yuliza
Single

Terlibat

Komentar

No comments yet

Bersponsor :

Artikel Populer

  1. Pembukaan Forum Komunikasi Politik Tahun 2022 di Kabupaten Banggai Laut (Firdausgafar) (7)
  2. Kodim 0907/Trk Gelar Komsos Dengan Aparat Pemerintahan Guna Perkuat Sinergitas (Firdausgafar) (35)
  3. Gubernur Sulawesi Tengah Menerima Penghargaan Terbaik Ketiga Nasional dalam Penilaian Kinerja Pengelolaan DAK Fisik Tahun 2021 dari Menteri Keuangan RI (Firdausgafar) (16)
  4. Bupati Sigi Menghadiri Pertemuan Traditional Weapon Culture Guma Bersama The Nederlandse Pencak Silat Federatie (Firdausgafar) (31)
  5. Percobaan Pencurian Sepeda Gunung Di Kampung Pondok Baru Kecamatan Bandar (Rahmat) (23)
  6. Satresnarkoba Polres Bener Meriah amankan Satu Orang Pelaku (Rahmat) (10)
  7. Mau Tau Daerah Penghasil Buah Alpokat (Rahmat) (43)
  8. Peduli Kepada Warga Babinsa Dampingi Petani Brokoli Membersihkan Gulma. (Rahmat) (10)
  9. Pasca Hujan Deras Personel Polres Buol Polsek Momunu Laksanakan Patroli, Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Tiloan (Firdausgafar) (11)
  10. Satuan Reserse Narkoba Polres Bener Meriah berhasil mengamankan satu orang diduga pelaku penyalah guna narkotika jenis sabu (Rahmat) (28)

Enable Notifications    OK Nanti saja