Keranjang Iklan

Bersponsor :

Rata-rata Gaji Buruh Pabrik di Indonesia

gaji buruh pabrik

Seiring banyaknya tenaga kerja baru setiap tahunnya. Juga kurangnya lapangan pekerjaan. Segala jenis pekerjaan yang bisa menopang kehidupan akan banyak diminati. Termasuk  menjadi buruh pabrik. Apalagi kajian gaji buruh pabrik sekarang ini mulai mendapat perhatian dari pemerintah.

Pemerintah banyak mengeluarkan peraturan yang tujuannya untuk kemakmuran buruh. Bahkan melalui penetapan upah minimum yang meningkat setiap tahunnya. Hasilnya gaji buruhpun ikut naik setiap tahun. Sebenarnya berapakah rata-rata gaji buruh pabrik di Indonesia saat ini? Jika Anda ingin tahu, simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Rata-rata Gaji Buruh Pabrik

Semua orang menginginkan hidup yang layak. Salah satu indikasinya terlihat dari sandang, pangan, papan, dan gaji yang layak tentunya. Tak jarang orang-orang akan mengejar pekerjaan yang menyediakan gaji yang sesuai. Bahkan bisa membuat hidupnya lebih makmur.

Buruh pabrik dewasa ini memiliki potensi gaji yang tinggi. Ini bisa menjadi harapan bagi rakyat kecil untuk mencapai hidup makmur. Setiap tahunnya gaji buruh sering mengalami kenaikan. Meskipun kenaikannya tidak terlalu besar, tapi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan buruh.

Mungkin Anda penasaran sebenarnya berapa rata-rata gaji buruh pabrik ? Berdasarkan catatan BPS pada tahun 2021, rata-rata gajinya adalah Rp 2.736.463. Bahkan tahun 2022 ada kenaikan upah minimum sebesar 1,09 %. Diharapkan gaji buruhpun akan mengikuti kenaikan tersebut.

Dilema Gaji Buruh Pabrik di Indonesia

Rata-rata gaji buruh pabrik di Indonesia memang mencapai 2,7 juta. Namun pada kenyataannya, banyak buruh tidak mendapatkan gaji yang layak. Bahkan di bawah upah minimum regional.

Menurut data kementerian tenaga kerja saja, hanya 23 % perusahaan yang menerapkan upah layak. Mayoritas tidak menerapkan skala upah dan struktur yang telah ditetapkan. Pemerintah berupaya keras agar perusahaan mau berkomitmen. Bahkan memberi sanksi yang tegas, jika perusahaan tidak menaati peraturan pemerintah.

Selain itu gaji buruh tiap daerah juga berbeda-beda. Ada beberapa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Kemampuan Perusahaan 

Keadaan keuangan perusahaan mempengaruhi kemampuannya dalam menggaji karyawan.  Skala bisnis perusahaan juga berpengaruh. Oleh karena itu gaji buruh di perusahaan besar berbeda dengan perusahaan menengah hingga kecil.

Banyak perusahaan menengah ke bawah yang menerapkan gaji tak layak karena perhitungan bisnis. Hal itu dianggap sebagai bentuk strategi mempertahankan usaha. Jadi itulah sebabnya gaji buruh pabrik juga berbeda-beda.

2. Kebutuhan Hidup Layak

Gaji buruh setiap provinsi atau kabupaten akan berbeda. Mengingat berbeda pula UMR atau UMP-nya. Untuk kota besar seperti jakarta bisa mencapai Rp 4 juta per bulannya. Sedangkan kabupaten atau kota yang lebih kecil bisa sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Perbedaan upah minimum berdasarkan pada kebutuhan hidup layak (KHL). Untuk menetapkan KHL, dewan pengupahan akan mengadakan survei. Umumnya meliputi pangan, pakaian, rumah, pendidikan dan sebagainya.

Biaya hidup atau KHL tiap wilayah biasanya berbeda-beda. Daya beli masyarakat dan inflasi juga mempengaruhi KHL. Jadi tidak mungkin menyamakan UMR. Semuanya disesuaikan dengan nilai kebutuhan dan daya beli masyarakat setempat.

3. Upah Rata-rata Buruh di Pasaran

Sebelum merekrut pekerja, bagian HR perusahaan melakukan survei gaji buruh di pasaran. Survei gajinya berdasar jenis pekerjaan dan jabatan yang sama. Kemudian perusahaan akan menggunakan kisaran gaji rata-rata yang ada di pasaran.

Semakin banyak tenaga kerja yang tersedia juga mempengaruhi rendahnya gaji. Apalagi saat ini jumlah tenaga kerja lebih banyak dari lapangan kerjanya. Sehingga untuk mendapat keuntungan, perusahaan akan menghemat pengeluaran gaji. Jika tenaga kerja langka, perusahaan umumnya mau memberikan gaji yang tinggi.

4. Kemajuan Suatu Daerah

Gaji buruh pabrik yang berbeda-beda tiap daerahnya juga karena keadaan daerah itu sendiri. Jika suatu daerah maju, berkembang pesat teknologi ataupun industrinya. Gaji buruh pabrik  akan ikut tinggi.

Berbeda dengan daerah yang masih pedesaan. Dimana teknologi belum berkembang pesat. Fasilitas-fasilitas belum lengkap seperti kota-kota besar. Daerah-daerah ini akan memiliki gaji buruh yang jauh lebih rendah. Sesuai dengan upah minimum regionalnya yang juga masih rendah.

Walaupun begitu, daerah tersebut sangat cocok untuk investasi. Pasalnya perusahaan lebih menyukai mengeluarkan sedikit gaji untuk pekerjanya. Sebab akan lebih menguntungkan perusahaan.

Jadi jika UMR suatu kota sudah tinggi, investor pabrik padat karya akan mencari daerah baru. Tujuan mereka adalah daerah-daerah dimana UMR-nya masih rendah. Selain itu juga banyak lahan untuk mendirikan pabrik. Ataupun adanya tenaga kerja yang melimpah.

5. Masa Kerja dan Jabatan

Gaji buruh pabrik baru dengan yang lama bekerja akan berbeda. Apalagi jika jabatannya  lebih tinggi. Gajinya juga akan tinggi. Masa kerjapun akan mempengaruhi berbagai fasiltas yang didapat. Misalnya tunjangan, kendaraan, ataupun BPJS.

Selain itu tingkat pendidikan dan pengalaman kerja  ikut mempengaruhi. Seorang fresh graduate biasanya mendapat gaji yang lebih sedikit. Sedangkan yang sudah berpengalaman, perusahaan berani memberi gaji di atas standar.

Berapa Gaji Buruh Pabrik

Seharusnya perusahaan mengikuti standar UMR untuk menggaji buruh pabrik. Lalu berapa standar gaji UMR 2022 ? Tahun 2022 UMR tertinggi yakni kota Bekasi Rp 4.816.921,17. Sedangkan terendah kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Rp 1.819.835,17.

Demikian halnya untuk mayoritas UMR 2022 di luar pulau Jawa. Berkisar antara 2 juta hingga 3 juta. Jika dirata-rata gajih buruh yang mengikuti standar UMR Indonesia tahun 2022 di atas Rp 2,7 juta.

Apabila Anda melamar pekerjaan sebagai buruh di sebuah kota. Terlebih lagi bila perusahaan itu menengah ke atas,  gaji yang akan Anda terima adalah standar UMR. Namun untuk perusahaan kecil, masih banyak yang harus menyesuaikan dengan keuangan perusahaan.

Berbeda lagi jika perusahaan yang Anda daftar adalah usaha mikro atau menengah. Sistem pengupahan mereka berbeda lagi dengan perusahaan skala besar. Pemerintah  memiliki aturan tersendiri untuk UMKM. Dalam peraturan tersebut sistem pengupahannya berbeda dengan pabrik-pabrik besar.

Gaji Buruh di Luar Negeri

Negara-negara maju seperti Luksemburg, Amerika Serikat, Swiss dan Australia, upah buruh mereka mencapai Rp 70 juta setiap bulannya. Sangat jauh dengan Indonesia. Namun jika dibanding dengan negara Asia Tenggara seperti Kamboja ataupun Laos. Negara kita tidak jauh berbeda.

Negara kita memang masih tergolong rendah dalam pemberian gaji. Tidak hanya gaji buruh saja. Profesi yang lainpun hampir sama. Lalu berapa rata-rata gaji di Indonesia?  Mayoritas orang Indonesia mendapatkan gaji mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 52 juta setiap bulannya.

Jadi rata-rata orang Indonesia mendapatkan gaji Rp 11 juta perbulan. Gaji tersebut sudah termasuk tunjangan, transport, dan lain-lain. Hampir 50 % penduduk kita yang masih memiliki gaji di bawah sebelas juta. Termasuk sektor buruh yang upahnya masih sedikit.

Peraturan Gaji Rata-rata Indonesia

Demi terciptanya keadilan gaji buruh pabrik ataupun gaji pekerja lainnya. Pemerintah membuat banyak peraturan perundang-undangan tentang tenaga kerja. Bahkan secara khusus membahas  sistem pengupahan pekerja.

Setiap peraturan diharapkan bisa menjadi payung hukum bagi tenaga kerja. Sehingga pihak perusahaan tidak semena-mena memperlakukan mereka. Perusahaan nantinya akan lebih terkontrol. Serta lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.

Pemerintah telah menetapkan aturan pengupahan buruh. Aturan tersebut tertuang dalam undang-undang cipta kerja. Tahun 2021 lalu presiden resmi mengubah penghitungan upah buruh. Peraturan tersebut adalah turunan dari UU cipta kerja No.11 tahun 2020.

Aturan tersebut menggantikan rumus perhitungan buruh yang berlaku sebelumnya. Yakni yang ada pada PP No.78 tahun 2015 tentang pengupahan. Menurut PP No. 36 tahun 2021 upah minimum terdiri dari upah minimum provinsi dan upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu.

Upah Harian, Bulanan, dan Perjam

Pada PP No.36 tahun 2021 terdapat cara penghitungan upah harian dan bulanan bagi buruh. Pasal 17 menyebutkan upah harian perhitungannya ada dua. Untuk perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 hari selama seminggu, upah satu bulannya dibagi 25. Sedangkan yang 5 hari kerja dibagi 21.

Perhitungan upah bulanannya yakni berdasar kesepakatan bersama antara buruh dengan pengusaha. Penetapan upah perbulan juga berdasar upah rata-rata 12 bulan terakhir yang diterima pekerja.

Ada juga pengaturan upah perjam. Upah perjam hanya berlaku bagi pekerja paruh waktu. Atau bekerja kurang dari 7 jam sehari. Serta kurang dari 35 jam dalam seminggu. Upah perjam berdasar atas kesepakatan bersama antar pengusaha dan pekerja. Kesepakatan tersebut tidak boleh lebih rendah dari hasil hitung formula upah perjam.

Formula perhitungan upah perjam yakni upah satu bulan dibagi dengan 126. Angka 126 ini hasil dari 29 jam dalam seminggu x 52 minggu (jumlah minggu dalam setahun). 29 jam merupakan median jam kerja pekerja paruh waktu tertinggi pada tiap provinsi.

Berbagai pengaturan upah harian, bulanan, ataupun perjam di atas, nantinya akan lebih mempermudah batasan gaji buruh. Sehingga bukan hanya perusahaan yang sejahtera. Namun karyawannya juga.

Kesimpulan

1. Menurut data rata-rata gajih buruh pabrik saat ini adalah Rp 2,7 juta.

2. Meskipun demikian tidak semua buruh bisa mendapat gaji yang layak. Banyak buruh yang masih mendapat upah tak layak atau di bawah UMR.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan gaji para buruh adalah kemampuan finansial perusahaan, kebutuhan hidup yang berbeda-beda tiap daerah, kemajuan suatu daerah, masa kerja dan jabatan, hingga rata-rata gaji buruh pabrik di pasaran.

4. Upah buruh di Indonesia masih tergolong rendah. Bahkan jika dibanding gaji rata-rata profesi yang lain. Meskipun demikian pemerintah terus membuat peraturan perundang-undangan yang akan membantu kesejahteraan buruh.

Tentang Penulis: Novi
A writer from Purbalingga Central Java

Terlibat

Komentar

Bersponsor :

Artikel Populer

  1. Pembukaan Forum Komunikasi Politik Tahun 2022 di Kabupaten Banggai Laut (Firdausgafar) (7)
  2. Kodim 0907/Trk Gelar Komsos Dengan Aparat Pemerintahan Guna Perkuat Sinergitas (Firdausgafar) (35)
  3. Gubernur Sulawesi Tengah Menerima Penghargaan Terbaik Ketiga Nasional dalam Penilaian Kinerja Pengelolaan DAK Fisik Tahun 2021 dari Menteri Keuangan RI (Firdausgafar) (16)
  4. Bupati Sigi Menghadiri Pertemuan Traditional Weapon Culture Guma Bersama The Nederlandse Pencak Silat Federatie (Firdausgafar) (31)
  5. Percobaan Pencurian Sepeda Gunung Di Kampung Pondok Baru Kecamatan Bandar (Rahmat) (23)
  6. Satresnarkoba Polres Bener Meriah amankan Satu Orang Pelaku (Rahmat) (10)
  7. Mau Tau Daerah Penghasil Buah Alpokat (Rahmat) (43)
  8. Peduli Kepada Warga Babinsa Dampingi Petani Brokoli Membersihkan Gulma. (Rahmat) (10)
  9. Pasca Hujan Deras Personel Polres Buol Polsek Momunu Laksanakan Patroli, Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Tiloan (Firdausgafar) (11)
  10. Satuan Reserse Narkoba Polres Bener Meriah berhasil mengamankan satu orang diduga pelaku penyalah guna narkotika jenis sabu (Rahmat) (28)

Enable Notifications    OK Nanti saja