Keranjang Iklan

Tanda Tanda Penipuan Menggunakan Robot Forex,SIUP Bukan Jaminan

Robot trading memang memberikan kemudahan kepada para trader untuk melakukan trading. Robot trading adalah software yang membantu trader melakukan transaksi otomatis sesuai hasil analisis fundamental dan teknikal serta seringkali sebagai alat bantu untuk memaksimalkan trading. 

Robot trading mampu melakukan multitasking mulai dari menjalankan banyak instruksi yang masuk hingga mengeksekusi trading secara mandiri. Kemudahan itu membuat robot trading menjadi fitur yang banyak dicari trader karena trader tidak perlu capek-capek menatap layar dan mengamati pergerakan harga untuk melakukan trading. 

Namun, ditengah ketenaran dan lakunya robot trading, justru itu menjadi sarana praktik penipuan atau investasi bodong bagi sejumlah oknum dengan modus menjual robot trading. Sayangnya, banyak orang yang terjebak dalam penipuan dengan modus robot trading ini. Biasanya, orang-orang yang investasi atau trading hanya karena ikut-ikutan dan tergiur keuntungan melimpah namun nggak mau ribet usaha, nggak mau tau resikonya, bahkan nggak mau belajar lah yang seringkali menjadi korban penipuan. 

 Investasi atau trading memang bisa menghasilkan banyak keuntungan, tapi bukan berarti tanpa resiko. Investor atau trader harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan investasi atau trading untuk meminimalisir penipuan. Karena, lengah sedikit, resiko kerugian besar bisa Anda dapatkan.  Ibarat kata, pesugihan aja banyak syaratnya dan cenderung ribet, apalagi investasi. Jadi, pastikan investasi atau trading yang Anda lakukan aman dan sudah legal dari pemerintah. 

Nah, Berikut ini beberapa tanda yang perlu Anda ketahui agar tidak menjadi korban investasi bodong dengan modus robot trading selanjutnya. 

+++++++

1. Menawarkan keuntungan yang menggiurkan 

Salah satu kejanggalan yang muncul dari investasi bodong berkedok robot trading adalah tingginya rasio keuntungan dibanding kerugian yang dihasilkan oleh robot trading. Para oknum biasanya mengatakan bahwa robot trading tersebut mampu memberikan keuntungan 10% per bulan, berarti dalam 1 tahun sudah untuk 120%. Keuntungan yang sebesar itu sudah mengalahkan hampir semua trader profesional. 

Sejumlah robot disebut memiliki rasio keuntungan atau winning rate hampir 90 persen. Sedangkan robot trading lain disebut tidak akan pernah loss. Hal tersebut tidak masuk akal, karena meskipun robot trading bisa memaksimalkan aktivitas trading, tidak terpengaruh oleh keadaan perasaan, namun robot trading tidak memiliki sifat pasti bisa mendatangkan keuntungan trading. Bahkan, seorang trader profesional dan berpengalaman pun memiliki rasio kerugian yang jauh lebih besar.  

Kejanggalan lain yang muncul adalah menggunakan skema member get member atau money game. Pengamat dan praktisi investasi, Desmond Wira berpendapat apabila perusahaan mengatakan robot trading memiliki statistik untung terus, tidak perlu menggunakan sistem member get member, kalau menggunakan sistem tersebut, berarti mengindikasikan kalau platform robot trading membutuhkan uang dari anggota baru. 

2. Regulasi perusahaan tidak jelas 

 Ada juga penipuan yang mengatakan robot trading tersebut unlimited karena hanya bisa dioperasikan oleh broker tertentu. Padahal, sistem robot trading dapat digunakan oleh broker lain. Banyak juga yang ternyata tidak memiliki regulasi yang bagus dan tidak memiliki izin hukum hal ini sangatlah berbahaya, karena jika ternyata hal itu penipuan, sangat mungkin keseluruhan uang yang sudah Anda investasikan akan hilang. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengunjungi website bappebti dan cari regulasi broker atau lembaga yang ingin digunakan sebelum menyerahkan dana Anda pada lembaga tersebut.  

Beberapa perusahaan memang menawarkan investasi robot trading dengan mencantumkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun, dalam usaha Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), izin usaha harus ada dari Bappebti. 

3. Sistem kerja robot trading yang bermasalah 

Ciri-ciri penipuan menggunakan robot trading lainnya adalah open posisi yang delay, informasi harga yang berbeda dengan real time harga, hingga perbedaan posisi harga yang terjadi dengan grafik harga. Kejanggalan itu semua menunjukkan bahwa operasional robot trading menggunakan trading buatan. Anda perlu menguji robot trading terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Cek juga ulasan-ulasan orang-orang yang pernah memakai robot trading tersebut. Pastikan juga bahwa kinerja robot tersebut riil, bukan sekedar gambar yang diedit. Cek sistem dan kualitas kerja robot trading perlu Anda ketahui agar Anda mengetahui kinerja robot dan hasil yang diberikan. 

Jadi, perlu sangat waspada dalam melakukan investasi perdagangan berjangka komoditi, jangan sampai perusahaan tersebut tidak memiliki izin dari bappebti. Hati-hati jika ada yang menawarkan robot trading dengan keuntungan dalam hitungan bulanan yang fantastis. Jangan jadi seperti Ibu Nam Suk Si dalam Drama Hometown Cha Cha Cha yang gampang percaya dengan saat diminta menyerahkan dana tunai pada oknum bank untuk investasi namun akhirnya rugi besar. Money game, member get member termasuk scam atau penipuan, it is too good to be true kalau Anda ditawari bisa mendapatkan uang banyak tapi nggak kerja keras. 

Sumber : Jodifx

10 Fakta Full Time Trader

Setelah pandemi virus Corona memaksa masyarakat berkegiatan di dalam rumah, day trading menjadi hobi populer untuk mengobati rasa bosan. Kendati day trading terdengar seperti aktivitas menyenangkan untuk mendapatkan cuan ekstra, apakah strategi ini benar-benar jalan pintas mendapatkan uang?

Phillip Koncar dari MyTradingSkills mengumpulkan 15 fakta day trading menarik yang perlu Anda ketahui sebelum benar-benar memutuskan terjun ke pasar riil. Berikut 10 diantaranya:

1. Banyak Belajar Bakal Meningkatkan Performa Trading

Banyak membaca buku trading, berlatih di akun demo, maupun berguru dari trader yang lebih berpengalaman, tentunya membuat kemampuan Anda semakin terasah. Fakta day trading ini mungkin terdengar basi, namun masih bejibun trader di luar sana yang meremehkan pentingnya mengedukasi diri sendiri dan malah gigit jari saat merugi.

Sebuah penelitian dari Securities and Exchange Commission (SEC) AS menemukan bahwa 70% day trader rata-rata kehilangan uang per kuartal, dan biasanya rugi hingga 10% dalam jangka waktu 12 bulan saja. Mengerikan, bukan?

Padahal, kerugian bisa dihindari jika mereka tahu bagaimana cara mengendalikan risiko, menemukan peluang trading, cara mengukur kekuatan trend, serta memahami prinsip “buy low, sell high“. Anda mungkin pernah mendengar frase tersebut dan berkeingan cepat-cepat mempraktikkannya. Eits, tunggu dulu. Asal tahu saja, “buy low, sell high” mungkin bermanfaat saat pasar tengah sideways, tapi pada saat uptrend, Anda bisa tekor, lho.

2. Trader Retail Tidak Pandai dalam Trading Trend

Mungkin fakta day trading satu ini cukup membuat Anda bertanya-tanya. Umumnya, trader retail memang kurah ahli dalam hal trading trend. Kok bisa?

Perlu diketahui, mayoritas trader retail akan membuka posisi short (sell) saat trend naik dan buy saat downtrend karena mereka merasa harga cenderung overextended selama trend berlangsung.

Coba simak statistik broker tentang posisi klien, di mana Anda akan selalu menemukan hal yang sama terjadi: tradel retail trading melawan trend lantaran berharap datangnya reversal (pembalikan).

3. Menggunakan Rasio Risk Reward Tinggi Cenderung Lebih Sukses

Rasio risk reward digunakan untuk membandingkan potensi keuntungan dengan jumlah risiko yang diambil agar mendapatkan imbal hasil dalam jangka panjang.

Anggap saja jumlah risiko Anda $100, dan Anda mengharapkan profit sebesar $300. Maka, rasio imbal hasil terhadap risiko menjadi 3:1, yaitu Anda mempertaruhkan $1 untuk menghasilkan $3.

Trader yang menargetkan rasio imbalan terhadap risiko minimal 1:1 mencapai hasil yang lebih baik dalam jangka panjang daripada trader yang melakukan perdagangan dengan rasio reward risk di bawah 1:1. Hal ini disebabkan potensi kerugian akan lebih besar daripada profit, alias berisiko tinggi.

4. 90% Day Trader Kehilangan 90% Modal Dalam 90 Hari

Di kalangan komunitas trading, ada pepatah populer yang sering dilontarkan: 90% day trader pemula kehilangan 90% modal mereka dalam jangka waktu 90 hari.

Ucapan ini muncul lantaran banyaknya kesalahan umum yang sering dilakukan para pemula, meliputi overtrading dan mengabaikan pentingnya manajemen risiko.

Apabila Anda tidak mau jadi bagian dalam 90% trader di atas, cara terbaik menghindari kerugian tentu saja dengan mengontrol risiko tiap posisi sebaik mungkin menggunakan stop loss, kalkulator risiko, atau membuat jurnal trading.

Day trader cenderung aktif di pasar dengan menambahkan ukuran posisinya setelah mengalami kemenangan beruntun pada transaksi sebelumnya. Setelah meraup profit melimpah, day trader pemula merasa “agak jago” dalam membaca pergerakan pasar dan menganggap strategi pilihannya sudah tepat. Sayangnya, pasar tidak bisa diprediksi, sehingga sesaat setelah rentetan cuan ini, justru kerugian besar yang mereka dapatkan.

Faktanya, 40% day trader akan berhenti setelah satu bulan terjun ke pasar. Alasannya antara menyadari bahwa trading tidak cocok bagi mereka, atau pengaruh amblesnya balance karena overtrading dan buruknya manajemen risiko.

Setelah dua tahun, sekitar 80% day trader berhenti. Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk belajar menjadi seorang trader sukses, sehingga 20% sisanya kemungkinan besar sangat sabar, disipiln, dan penuh semangat belajar.

Tiga tahun berlalu, hanya 13% day trader yang tetap aktif.

5. Jumlah Trader Kripto Meningkat Di Pasar Kripto

Siapa bilang day trading hanya bisa diaplikasikan di pasar forex? Beberapa tahun ini, popularitas day trading kripto justru tumbuh pesat seiring melesatnya harga kripto, terutama Bitcoin yang melonjak hingga ratusan juta Rupiah dalam waktu singkat di awal tahun ini.

Iming-iming pesatnya pertumbuhan harga kripto membuat uang digital semakin tenar dan dicari-cari trader setiap harinya. Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah day trader yang kini secara aktif beralih memperdagangkan Bitcoin, Ethereum, dan Ripple. Melonjaknya permintaan akan trading kripto turut mendesak broker-broker untuk menyediakan produk kripto ke dalam instrumen trading mereka.

6. 58% Day Trader Adalah Milenial

Jumlah kaum milenial yang aktif di pasar finansial mulai menjamur selama beberapa tahun terakhir. Tingginya minat milenial generasi Y terhadap trading mengakibatkan trader berusia 25 hingga 34 tahun menyumbang 58% dari keseluruhan jumlah trader.

Hal ini disebabkan tak lain karena semakin mudahnya akses pasar melalui berbagai pilihan broker lokal maupun luar negeri yang memberikan cashback, bonus deposit, hingga fasilitas canggih.

Belum lagi, kini broker-broker sudah menyediakan fitur social trading berbentuk copy trading di mana trader pemula bisa menyalin strategi dan sinyal entry dari trader berpengalaman. Singkatnya, Anda tak perlu susah-susah mengatur strategi atau mengaplikasikan analisa teknikal untuk menemukan titik entry jitu jika ingin mencoba day trading.

Diantara milenial tersebut, ada peningkatan pesat jumlah kenaikan trader wanita. Selama satu tahun saja, trader wanita bisa bertambah sebanyak 2.7 juta, lho.

7. Rata-rata Trader Inggris Menghasilkan 664 Juta Per Tahun

Rata-rata trader asal Inggris memperoleh penghasilan GBP35,000 atau kurang lebih 664 juta Rupiah. Sekitar 39% lainnya masuk dalam kelompok berpenghasilan 350 – 470 juta Rupiah. Sementara kurang dari 1% trader memiliki pendapatan di atas 1 miliar Rupiah.

Inggris adalah rumah bagi sebagian besar trader online di kawasan Eropa. Pada tahun 2017, diperkirakan 730,000 trader berasal dari Inggris, hampir dua kali lipat lebih besar dari trader di negara lain.

8. Sukses Trading Bukan Dihasilkan Dari Keberuntungan Semata

Beberapa orang mungkin menyamakan trading harian dengan judi, padahal, day trading tidak sepenuhnya mengandalkan  keberuntungan.

Keberuntungan memang kadang dibutuhkan dalam aktivitas trading. Namun, trader yang bergantung pada tools, analisa, serta manajemen risiko justru lebih konsisten mendapatkan keuntungan ketimbang mereka yang hanya asal tebak.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila trader yang masuk pasar menggunakan strategi judi cenderung berkinerja buruk ketimbang mereka yang disiplin belajar dan berlatih.

Day trading menarik orang-orang berkepribadian impulsif yang ingin merasakan sensasi dan kegembiraan trading. Akan tetapi, apabila tidak dibekali pengetahuan memadai, peluang tersebut bisa saja berakhir merugikan.

9. Kurang Dari 5% Trader Tinggal Di Pusat Finansial Global

Online trading membuat siapapun dengan mudah mengakses pasar dari mana saja. Menariknya, hanya 5% dari semua trader online yang bertempat tinggal di kota-kota pusat finansial seperti New York, London, Tokyo, atau Singapura. Sisa 95% justru datang dari seluruh penjuru dunia, 50% diantaranya berdomisili di Asia. Sementara di urutan kedua ada Eropa, disusul Afrika di posisi selanjutnya.

10. Day Trader Sukses Biasanya Menghasilkan Profit Konsisten

Ada perbedaan mendasar antara profesional dan pemula, sehingga tidak mengherankan jika day trader sukses biasanya akan terus meraup keuntungan secara rutin. Asalkan Anda menguasai trik-trik trading dengan benar sambil berpegang pada rencana trading yang baik, kemungkinan besar profit konsisten bisa Anda peroleh.

Namun, hanya sebagian kecil trader yang berhasil menghasilkan profit konsisten, karena dibutuhkan berjam-jam bahkan berbulan-bulan pengalaman sebelum Anda memahami pola yang tepat demi menerima profit konsisten.

Fakta day trading di atas hanyalah sebagian kecil dari luasnya trading forex secara keseluruhan. Melalui 10 fakta day trading ini, kini Anda sudah paham bahwa trading tak hanya tentang berburu profit jutaan Rupiah. Meskipun peminat day trading semakin meningkat terutama di kalangan muda-mudi, ada banyak pengorbanan yang tak semua trader berhasil melewatinya.

Sebelum membaca artikel ini, Anda tidak menyangka bahwa hampir 40% pemula menyerah di tengah jalan, bukan? Jadi bisa disimpulkan bahwa ahli trading bukanlah talenta sejak lahir, melainkan dihasilkan dari jatuh bangun berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Namun, bukan berarti Anda harus mengurungkan niat untuk mencoba day trading. Pastikan untuk memanfaatkan ebook, webinar, edukasi gratis dari broker,

Sumber : Jodifx

Enable Notifications    OK Nanti saja