Keranjang Iklan

10 Fakta Full Time Trader

Setelah pandemi virus Corona memaksa masyarakat berkegiatan di dalam rumah, day trading menjadi hobi populer untuk mengobati rasa bosan. Kendati day trading terdengar seperti aktivitas menyenangkan untuk mendapatkan cuan ekstra, apakah strategi ini benar-benar jalan pintas mendapatkan uang?

Phillip Koncar dari MyTradingSkills mengumpulkan 15 fakta day trading menarik yang perlu Anda ketahui sebelum benar-benar memutuskan terjun ke pasar riil. Berikut 10 diantaranya:

1. Banyak Belajar Bakal Meningkatkan Performa Trading

Banyak membaca buku trading, berlatih di akun demo, maupun berguru dari trader yang lebih berpengalaman, tentunya membuat kemampuan Anda semakin terasah. Fakta day trading ini mungkin terdengar basi, namun masih bejibun trader di luar sana yang meremehkan pentingnya mengedukasi diri sendiri dan malah gigit jari saat merugi.

Sebuah penelitian dari Securities and Exchange Commission (SEC) AS menemukan bahwa 70% day trader rata-rata kehilangan uang per kuartal, dan biasanya rugi hingga 10% dalam jangka waktu 12 bulan saja. Mengerikan, bukan?

Padahal, kerugian bisa dihindari jika mereka tahu bagaimana cara mengendalikan risiko, menemukan peluang trading, cara mengukur kekuatan trend, serta memahami prinsip “buy low, sell high“. Anda mungkin pernah mendengar frase tersebut dan berkeingan cepat-cepat mempraktikkannya. Eits, tunggu dulu. Asal tahu saja, “buy low, sell high” mungkin bermanfaat saat pasar tengah sideways, tapi pada saat uptrend, Anda bisa tekor, lho.

2. Trader Retail Tidak Pandai dalam Trading Trend

Mungkin fakta day trading satu ini cukup membuat Anda bertanya-tanya. Umumnya, trader retail memang kurah ahli dalam hal trading trend. Kok bisa?

Perlu diketahui, mayoritas trader retail akan membuka posisi short (sell) saat trend naik dan buy saat downtrend karena mereka merasa harga cenderung overextended selama trend berlangsung.

Coba simak statistik broker tentang posisi klien, di mana Anda akan selalu menemukan hal yang sama terjadi: tradel retail trading melawan trend lantaran berharap datangnya reversal (pembalikan).

3. Menggunakan Rasio Risk Reward Tinggi Cenderung Lebih Sukses

Rasio risk reward digunakan untuk membandingkan potensi keuntungan dengan jumlah risiko yang diambil agar mendapatkan imbal hasil dalam jangka panjang.

Anggap saja jumlah risiko Anda $100, dan Anda mengharapkan profit sebesar $300. Maka, rasio imbal hasil terhadap risiko menjadi 3:1, yaitu Anda mempertaruhkan $1 untuk menghasilkan $3.

Trader yang menargetkan rasio imbalan terhadap risiko minimal 1:1 mencapai hasil yang lebih baik dalam jangka panjang daripada trader yang melakukan perdagangan dengan rasio reward risk di bawah 1:1. Hal ini disebabkan potensi kerugian akan lebih besar daripada profit, alias berisiko tinggi.

4. 90% Day Trader Kehilangan 90% Modal Dalam 90 Hari

Di kalangan komunitas trading, ada pepatah populer yang sering dilontarkan: 90% day trader pemula kehilangan 90% modal mereka dalam jangka waktu 90 hari.

Ucapan ini muncul lantaran banyaknya kesalahan umum yang sering dilakukan para pemula, meliputi overtrading dan mengabaikan pentingnya manajemen risiko.

Apabila Anda tidak mau jadi bagian dalam 90% trader di atas, cara terbaik menghindari kerugian tentu saja dengan mengontrol risiko tiap posisi sebaik mungkin menggunakan stop loss, kalkulator risiko, atau membuat jurnal trading.

Day trader cenderung aktif di pasar dengan menambahkan ukuran posisinya setelah mengalami kemenangan beruntun pada transaksi sebelumnya. Setelah meraup profit melimpah, day trader pemula merasa “agak jago” dalam membaca pergerakan pasar dan menganggap strategi pilihannya sudah tepat. Sayangnya, pasar tidak bisa diprediksi, sehingga sesaat setelah rentetan cuan ini, justru kerugian besar yang mereka dapatkan.

Faktanya, 40% day trader akan berhenti setelah satu bulan terjun ke pasar. Alasannya antara menyadari bahwa trading tidak cocok bagi mereka, atau pengaruh amblesnya balance karena overtrading dan buruknya manajemen risiko.

Setelah dua tahun, sekitar 80% day trader berhenti. Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk belajar menjadi seorang trader sukses, sehingga 20% sisanya kemungkinan besar sangat sabar, disipiln, dan penuh semangat belajar.

Tiga tahun berlalu, hanya 13% day trader yang tetap aktif.

5. Jumlah Trader Kripto Meningkat Di Pasar Kripto

Siapa bilang day trading hanya bisa diaplikasikan di pasar forex? Beberapa tahun ini, popularitas day trading kripto justru tumbuh pesat seiring melesatnya harga kripto, terutama Bitcoin yang melonjak hingga ratusan juta Rupiah dalam waktu singkat di awal tahun ini.

Iming-iming pesatnya pertumbuhan harga kripto membuat uang digital semakin tenar dan dicari-cari trader setiap harinya. Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah day trader yang kini secara aktif beralih memperdagangkan Bitcoin, Ethereum, dan Ripple. Melonjaknya permintaan akan trading kripto turut mendesak broker-broker untuk menyediakan produk kripto ke dalam instrumen trading mereka.

6. 58% Day Trader Adalah Milenial

Jumlah kaum milenial yang aktif di pasar finansial mulai menjamur selama beberapa tahun terakhir. Tingginya minat milenial generasi Y terhadap trading mengakibatkan trader berusia 25 hingga 34 tahun menyumbang 58% dari keseluruhan jumlah trader.

Hal ini disebabkan tak lain karena semakin mudahnya akses pasar melalui berbagai pilihan broker lokal maupun luar negeri yang memberikan cashback, bonus deposit, hingga fasilitas canggih.

Belum lagi, kini broker-broker sudah menyediakan fitur social trading berbentuk copy trading di mana trader pemula bisa menyalin strategi dan sinyal entry dari trader berpengalaman. Singkatnya, Anda tak perlu susah-susah mengatur strategi atau mengaplikasikan analisa teknikal untuk menemukan titik entry jitu jika ingin mencoba day trading.

Diantara milenial tersebut, ada peningkatan pesat jumlah kenaikan trader wanita. Selama satu tahun saja, trader wanita bisa bertambah sebanyak 2.7 juta, lho.

7. Rata-rata Trader Inggris Menghasilkan 664 Juta Per Tahun

Rata-rata trader asal Inggris memperoleh penghasilan GBP35,000 atau kurang lebih 664 juta Rupiah. Sekitar 39% lainnya masuk dalam kelompok berpenghasilan 350 – 470 juta Rupiah. Sementara kurang dari 1% trader memiliki pendapatan di atas 1 miliar Rupiah.

Inggris adalah rumah bagi sebagian besar trader online di kawasan Eropa. Pada tahun 2017, diperkirakan 730,000 trader berasal dari Inggris, hampir dua kali lipat lebih besar dari trader di negara lain.

8. Sukses Trading Bukan Dihasilkan Dari Keberuntungan Semata

Beberapa orang mungkin menyamakan trading harian dengan judi, padahal, day trading tidak sepenuhnya mengandalkan  keberuntungan.

Keberuntungan memang kadang dibutuhkan dalam aktivitas trading. Namun, trader yang bergantung pada tools, analisa, serta manajemen risiko justru lebih konsisten mendapatkan keuntungan ketimbang mereka yang hanya asal tebak.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila trader yang masuk pasar menggunakan strategi judi cenderung berkinerja buruk ketimbang mereka yang disiplin belajar dan berlatih.

Day trading menarik orang-orang berkepribadian impulsif yang ingin merasakan sensasi dan kegembiraan trading. Akan tetapi, apabila tidak dibekali pengetahuan memadai, peluang tersebut bisa saja berakhir merugikan.

9. Kurang Dari 5% Trader Tinggal Di Pusat Finansial Global

Online trading membuat siapapun dengan mudah mengakses pasar dari mana saja. Menariknya, hanya 5% dari semua trader online yang bertempat tinggal di kota-kota pusat finansial seperti New York, London, Tokyo, atau Singapura. Sisa 95% justru datang dari seluruh penjuru dunia, 50% diantaranya berdomisili di Asia. Sementara di urutan kedua ada Eropa, disusul Afrika di posisi selanjutnya.

10. Day Trader Sukses Biasanya Menghasilkan Profit Konsisten

Ada perbedaan mendasar antara profesional dan pemula, sehingga tidak mengherankan jika day trader sukses biasanya akan terus meraup keuntungan secara rutin. Asalkan Anda menguasai trik-trik trading dengan benar sambil berpegang pada rencana trading yang baik, kemungkinan besar profit konsisten bisa Anda peroleh.

Namun, hanya sebagian kecil trader yang berhasil menghasilkan profit konsisten, karena dibutuhkan berjam-jam bahkan berbulan-bulan pengalaman sebelum Anda memahami pola yang tepat demi menerima profit konsisten.

Fakta day trading di atas hanyalah sebagian kecil dari luasnya trading forex secara keseluruhan. Melalui 10 fakta day trading ini, kini Anda sudah paham bahwa trading tak hanya tentang berburu profit jutaan Rupiah. Meskipun peminat day trading semakin meningkat terutama di kalangan muda-mudi, ada banyak pengorbanan yang tak semua trader berhasil melewatinya.

Sebelum membaca artikel ini, Anda tidak menyangka bahwa hampir 40% pemula menyerah di tengah jalan, bukan? Jadi bisa disimpulkan bahwa ahli trading bukanlah talenta sejak lahir, melainkan dihasilkan dari jatuh bangun berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Namun, bukan berarti Anda harus mengurungkan niat untuk mencoba day trading. Pastikan untuk memanfaatkan ebook, webinar, edukasi gratis dari broker,

Sumber : Jodifx

Enable Notifications    OK Nanti saja